Manajemen Aset

Sistem Manajemen Aset ISO 55000

Sistem Manajemen Aset ISO 55000

Sistem Manajemen Aset ISO 55000 adalah paduan dari manajemen, keuangan, ekonomi, teknik mesin dan praktek kerja yang diterapkan pada aset fisik dengan tujuan agar mampu menyediakan tingkat pelayanan maksimal dengan biaya yang paling efesien merupakan suatu proses sistematis yang mempertahankan, meningkatkan, dan mengoperasikan aset dengan cara yang paling hemat dalam pembiayaan melalui penciptaan, pemeliharaan, akuisisi, operasi, rehabilitasi, dan penghapusan aset yang saling berkaitan. Aset dapat berupa barang, benda, atau entitas yang memiliki nilai tertentu didalam organisasi. Aset dibagi menjadi beberapa kategori berikut: berwujud, tidak berwujud, keuangan atau non-keuangan.

Tujuan penerapan manajemen aset ialah untuk menjaga agar nilai aset tersebut tetap tinggi dan mempunyai usia penggunaan yang panjang dengan menyediakan biaya operasi yang mencukupi sehingga mampu menghasilkan keluaran yang tinggi secara efesien, memberikan kepuasan kepada pelanggan dengan tetap mematuhi peraturan perundangan dan aspek keselamatan kerja sehingga tidak mengganggu lingkungan dan memberikan pandangan yang baik kepada publik.

Berikut ini ialah tahapan dalam pengelolaan manajemen aset :

  • Mengidentifikasi apa saja yang dibutuhkan aset.
  • Mengidentifikasi kebutuhan biaya.
  • Menyediakan sistem dukungan logistik dan pemeliharaan untuk aset.
  • Memperoleh aset.
  • Memperbaharui atau menghapus aset sehingga secara efektif dan efisien dapat memenuhi tujuan.

Pada awalnya ISO 55000 dikembangkan pada tahun 2004 oleh sejumlah organisasi di bawah pimpinan Institut Manajemen Aset yang kemudian menjalani revisi substansial melalui 50 organisasi yang berpartisipasi dari 15 sektor industri di 10 negara.

ISO 55000:2014 dirilis pada bulan Januari tahun 2014 bersama dengan toolkit untuk penilaian diri terhadap spesifikasi. ISO 55000 memberikan bimbingan dan persyaratan daftar periksa praktek yang baik dalam pengelolaan aset fisik, biasanya yang berkaitan dengan gas, listrik dan air bersih, jalan, sistem transportasi udara dan kereta api, fasilitas umum, proses, manufaktur dan industri sumber daya alam. berlaku juga untuk sektor publik dan swasta, lingkungan teratur dan lingkungan non-teratur.

Inti dari manajemen aset yaitu bahwa pengelolaan aset berkaitan dengan menerapkan penilaian teknis terhadap keuangan dan praktek manajemen yang baik untuk memutuskan apa yang dibutuhkan aset untuk memenuhi tujuan bisnis, dan kemudian untuk memperoleh dan mempertahankan aset selama umur hidup aset tersebut sampai ke pembuangan.

Secara keseluruhan, ISO menghasilkan tiga standar internasional yang berkaitan dengan manajemen aset.

Berikut dengan masing-masing penjelasan singkatnya:

  • ISO 55000: Menyediakan gambaran dari prinsip-prinsip manajemen aset, konsep, istilah dan definisi, serta deskripsi manfaat manajemen aset.
  • Di bawah ISO 55000, manajemen aset didefinisikan sebagai “kegiatan terkoordinasi dari suatu organisasi untuk menyadari nilai dari aset”.
  • Standar ini mendefinisikan aset sebagai “sesuatu yang memiliki nilai potensial atau aktual untuk sebuah organisasi”.
  • ISO 55001: Menyediakan persyaratan khusus untuk sistem manajemen pengelolaan aset.
  • ISO 55002: Menyediakan pedoman untuk penerapan persyaratan yang ditentukan dalam ISO 55001.
  • Standar ini mengarahkan pemahaman manajemen aset ke arah yang lebih strategis dan financial serta cenderung untuk menambah nilai terutama dalam hal meningkatkan pemahaman tentang manajemen aset untuk khalayak yang lebih luas.

Untuk melakukan Konsultasi Sertifikasi hubungi tim Raga Manajemen Internasional.